REFERENCES by Microsoft Word and Zotero

Membuat Daftar Pustaka dengan Microsoft Word dan Zotero
by FINNA ASHFIA 16030234023

Tugas membuat daftar pustaka dari 10 Jurnal Kimia dengan menggunakan Microsoft Word dan aplikasi Zotero untuk memenuhi tugas Kepustakaan Kimia.  Saya mengangkat tulisan bertemakan Nanopartikel dengan judul "TEKNOLOGI NANOPARTIKEL PADA KOSMETIKA"

Microsoft Word
A. Sistem Huruf

TEKNOLOGI NANOPARTIKEL PADA KOSMETIKA

Nanopartikel merupakan partikel berdimensi tiga yang berukuran sangat kecil dengan diameter antara 1-100 nm. Dengan berkembangnya teknologi yang semakin canggih maka teknologi nano dapat diaplikasikan pada industri kosmetika. Nanoteknologi pada kosmetika dan obat dikenal sebagai nanoemulsi, nano suspensi, dan solid nano partikel (Rahmi D, 2013). Menurut Peraturan Menteri Kesehatan R.I. No.220/MenKes/Per/IX/76, kosmetika adalah bahan atau campuran bahan untuk digosokkan, dilekatkan, dituangkan, dipercikkan atau disemprotkan, dimasukkan dan dipergunakan pada badan manusia dengan maksud untuk membersihkan, memelihara, menambah daya tarik dan mengubah rupa dan tidak termasuk golongan obat (Rismana E., 2014). Penerapan anoteknologi sudah berkembang ke inovasi bahan kosmetik dan system drug delivery, dimana dengan teknologi nano dapat mengantarkan bahan aktif pada kosmetik dan obat lebih tpat ke sasaran dengan efek samping yang kecil. 

Dalam bidang kosmetik pemanfaatan nanoteknoogi dintaranya adalah melalui penggunaan beberapa partikel koloid logam mulia (emas dan perak) sebagai kosmetik anti-aging, penghilang noda hitam, dan flek pada wajah (Mala, 2015). Paparan sinar UV pada kulit juga dapat mengakibatkan penuaan dini pada kulit. UV A dan B dalam sinar matahari menginduksi terbentuknya Reactive Oxygen Species (ROS) dalam kulit dan mengakibatkan stress oksidatif bila jumlah ROS tersebut melebihi kemampuan pertahanan antioksidan dalam sel kulit (Dipahayu, 2016). Nano partikel logam yang paling banyak diteliti adalah nanpartikel emas, karena memiliki karakteristik yang unik yaitu memiliki serapan pada panjang gelombang daerah visible yang dapat digunakan sebagai sensor kolorimetrik. Metode sensor kolorimetrik berdasarkan atas agregasi nanopartikel emas dengan target, yang mengakibatkan terjadinya pergeseran plasmo yang akan menyebabkan perubahan warna yag dapat dilihat dengan mata (Octaviana, tanpa tahun). Nanopartikel juga digunakan sebagai antimikroba dalam sediaan kosmetik. Beberapa penilitian telah dilakukan untuk melihat efek nanopartikel sebagai agen antimikroba ataupun untuk menghambat pertumbuhan mikroba (Latarisa, 2017).

Banyak bahan kimia yang tersedia untuk sintesis nanopartikel logam, tetapi terdapat kekhawatiran terhadap penggunaan bahan kimia ini karena merupakan bahan yang sangat beracun untuk lingkungan. Selain dari keracunan bahan kimia tersebut, metode ini juga tidak efektif karena dapat menyebabkan kerugian untuk sintesis nanopartikel pada skala industri. Oleh karena ini, berbagai metode yang telah dikembangkan ahli bermunculan yang dinamakan green nanotechnology berbasis tumbuhan sebagai bioreduktor untuk sintesis perak dan emas (Lembang, 2013). Dengan adanya penelitian terdahulu yang sudah melakukan penelitian tentang nanopartikel yang berfungsi sebagai tabir surya (sunscreen) pada kosmetik dan pentingnya senyawa tabir surya sebagai salah satu material yang ada pada kosmetik. Serta sifat nanoplatina yang hampir sama dengan nanogold, maka diharapkan juga nanopartikel platina yang akan disintesis dan dipadukan dengan nanogold, memiliki fungsi sebagai senyawa tabir surya dalam kosmetik (Nisfah, 2016).
 
Nanopartikel memiliki penggunaan yang sangat luas termasuk dalam bidang kosmetik. Nanopartikel yang basa digunakan untuk kosmetik antara lain terdapat dalam bentuk SLN (Solid Lipid nanoparticles), NLC (Nanostructured Lipid Carriers) nanoemulsi, nanopartikel erak, nanopartikel kristal, nanopartikel emas dan sebagainya.

Berdasarkan data hasil pengukuran kadar merkuri yang telah dilakukan oleh Cahyaning, dkk (2013) dapat dibuat kesimpulan secara deskritif bahwa nanogold dapat menurunkan kadar merkuri pada organ paru-paru yang terpapar merkuri, semakin lama waktu pemulihan dengan nanogold dapat menurunkan kadar merkuri semakin banyak, hal ini terlihat pada pemulihan dengan nanonogold selama 4 minggu diperoleh kadar merkuri paling rendah yitu 6,250 ppm (Purnamasari, 2013). Salah satu pengaplikasian nanopartikel pada kosmetika adalah dengan menggunakan senyawa Cerium Oxyde. Selain mampu menyerap radiai UV, nanopartikel cerium oxyde memiliki indeks bias 2,2 yang dapat membuat kuit tampak alami tanpa membuat kulit putih berlebihan (Nurhasanah, 2012)

Bibliography

Dipahayu, D. S. (2016). Formulasi Krim Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas (L.) Lamk) Sebagai Anti Aging. Pharmaceutical Sciences ad research (PSR), 166-179.
Latarisa, I. R. (2017). APLICATION TECHNOLOGY NANOPARTICLES ON COSMETIC PREPARATION. Farmaka.
Lembang, M. S. (2013). Sintesis Nanopartikel Emas dengan Metode Reduksi Menggunakan Bioreduktor Ekstrak Daun Ketapang (Terminalia catappa). Universitas Hasanudin.
Mala, D. N. (2015). SINTESIS NANOPARTIKEL PLATINA DENGAN VARIASI ION Ag+ DAN UJI AKTVITASNYA SEBAGAI PEREDAM RADIKAL BEBAS SYNTHESIS OF PLATINUM NANOPARTICLE WITH VARIATION OF Ag+ ION AND FREE RADICAL SCAVENGING ACTIVITY ASSAY. Unesa Journal of Chemistry.
Nisfah, Z. L. (2016). UJI AKTIVITAS GABUNGAN NANOGOLD-NANOPLATINUM SEBAGAI SENYAWA TABIR SURYA DALAM KOSMETIK THE COMBINED ACTIVITY TEST OF NANOGOLD-NANOPLATINUM AS SUNSCREEN COMPOUNDS IN COSMETIC. Unesa Journal of Chemistry, 5.
Nurhasanah, I. S. (2012). Sintesis Nanopartikel Cerium Oxide Menggunakan Metode Presipitasi dan Sifat Optiknya. Berkala Fisika, 41-48.
Octaviana, Y. Z. (tanpa tahun). Sintesis Nanopartikel Emas dengan Bioreduktor Ekstrak Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi L) Yang Dimodifikasi 2, 4, 6-Tritiol-1, 3, 5-Triazin Untuk Sensor Melamin.
Purnamasari, C. H. (2013). PENGARUH INFILTRASI NANOGOLD DALAM BENTUK KREM PADA ORGAN PARU-PARU MENCIT (Mus musculus) SEAH TERPAPAR MERKURI INFLUENCE OF NANOGOLD INFILTRATION BASED ON CREAM FOR MICE LUNGS (Mus musculus) AFTER EXPOSED BY MERCURY. Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan, 2.
Rahmi D, Y. R. (2013). Effect of Particle Nano on Antiageing Activities of Cream. Jurnal Sains Mteri Indonesia, 14.
Rismana E., K. S. (2014). Pengujian Aktivitas Antiacne Nanopartikel Kitosan-Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia mangosta). Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 24.



B. Sistem Angka

TEKNOLOGI NANOPARTIKEL PADA KOSMETIKA

Nanopartikel merupakan partikel berdimensi tiga yang berukuran sangat kecil dengan diameter antara 1-100 nm. Dengan berkembangnya teknologi yang semakin canggih maka teknologi nano dapat diaplikasikan pada industri kosmetika. Nanoteknologi pada kosmetika dan obat dikenal sebagai nanoemulsi, nano suspensi, dan solid nano partikel (1). Menurut Peraturan Menteri Kesehatan R.I. No.220/MenKes/Per/IX/76, kosmetika adalah bahan atau campuran bahan untuk digosokkan, dilekatkan, dituangkan, dipercikkan atau disemprotkan, dimasukkan dan dipergunakan pada badan manusia dengan maksud untuk membersihkan, memelihara, menambah daya tarik dan mengubah rupa dan tidak termasuk golongan obat (2). Penerapan anoteknologi sudah berkembang ke inovasi bahan kosmetik dan system drug delivery, dimana dengan teknologi nano dapat mengantarkan bahan aktif pada kosmetik dan obat lebih tpat ke sasaran dengan efek samping yang kecil. 

Dalam bidang kosmetik pemanfaatan nanoteknoogi dintaranya adalah melalui penggunaan beberapa partikel koloid logam mulia (emas dan perak) sebagai kosmetik anti-aging, penghilang noda hitam, dan flek pada wajah (3). Paparan sinar UV pada kulit juga dapat mengakibatkan penuaan dini pada kulit. UV A dan B dalam sinar matahari menginduksi terbentuknya Reactive Oxygen Species (ROS) dalam kulit dan mengakibatkan stress oksidatif bila jumlah ROS tersebut melebihi kemampuan pertahanan antioksidan dalam sel kulit (4). Nano partikel logam yang paling banyak diteliti adalah nanpartikel emas, karena memiliki karakteristik yang unik yaitu memiliki serapan pada panjang gelombang daerah visible yang dapat digunakan sebagai sensor kolorimetrik. Metode sensor kolorimetrik berdasarkan atas agregasi nanopartikel emas dengan target, yang mengakibatkan terjadinya pergeseran plasmo yang akan menyebabkan perubahan warna yag dapat dilihat dengan mata (5). Nanopartikel juga digunakan sebagai antimikroba dalam sediaan kosmetik. Beberapa penilitian telah dilakukan untuk melihat efek nanopartikel sebagai agen antimikroba ataupun untuk menghambat pertumbuhan mikroba (6).

Banyak bahan kimia yang tersedia untuk sintesis nanopartikel logam, tetapi terdapat kekhawatiran terhadap penggunaan bahan kimia ini karena merupakan bahan yang sangat beracun untuk lingkungan. Selain dari keracunan bahan kimia tersebut, metode ini juga tidak efektif karena dapat menyebabkan kerugian untuk sintesis nanopartikel pada skala industri. Oleh karena ini, berbagai metode yang telah dikembangkan ahli bermunculan yang dinamakan green nanotechnology berbasis tumbuhan sebagai bioreduktor untuk sintesis perak dan emas (7).
Dengan adanya penelitian terdahulu yang sudah melakukan penelitian tentang nanopartikel yang berfungsi sebagai tabir surya (sunscreen) pada kosmetik dan pentingnya senyawa tabir surya sebagai salah satu material yang ada pada kosmetik. Serta sifat nanoplatina yang hampir sama dengan nanogold, maka diharapkan juga nanopartikel platina yang akan disintesis dan dipadukan dengan nanogold, memiliki fungsi sebagai senyawa tabir surya dalam kosmetik (8).

Nanopartikel memiliki penggunaan yang sangat luas termasuk dalam bidang kosmetik. Nanopartikel yang basa digunakan untuk kosmetik antara lain terdapat dalam bentuk SLN (Solid Lipid nanoparticles), NLC (Nanostructured Lipid Carriers) nanoemulsi, nanopartikel erak, nanopartikel kristal, nanopartikel emas dan sebagainya.

Berdasarkan data hasil pengukuran kadar merkuri yang telah dilakukan oleh Cahyaning, dkk (2013) dapat dibuat kesimpulan secara deskritif bahwa nanogold dapat menurunkan kadar merkuri pada organ paru-paru yang terpapar merkuri, semakin lama waktu pemulihan dengan nanogold dapat menurunkan kadar merkuri semakin banyak, hal ini terlihat pada pemulihan dengan nanonogold selama 4 minggu diperoleh kadar merkuri paling rendah yitu 6,250 ppm (9). Salah satu pengaplikasian nanopartikel pada kosmetika adalah dengan menggunakan senyawa Cerium Oxyde. Selain mampu menyerap radiai UV, nanopartikel cerium oxyde memiliki indeks bias 2,2 yang dapat membuat kuit tampak alami tanpa membuat kulit putih berlebihan (10).



Bibliography

1. Effect of Particle Nano on Antiageing Activities of Cream. Rahmi D, Yunilawati R, dan Ratnawati E. 2013, Jurnal Sains Mteri Indonesia, p. 14.
2. Pengujian Aktivitas Antiacne Nanopartikel Kitosan-Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia mangosta). Rismana E., Kusumaningrum, S., Bunga, O., Nizar, N., & Marhamah, M. 2014, Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, p. 24.
3. SINTESIS NANOPARTIKEL PLATINA DENGAN VARIASI ION Ag+ DAN UJI AKTVITASNYA SEBAGAI PEREDAM RADIKAL BEBAS SYNTHESIS OF PLATINUM NANOPARTICLE WITH VARIATION OF Ag+ ION AND FREE RADICAL SCAVENGING ACTIVITY ASSAY. Mala, D. N., & Taufikurohmah, T. 2015, Unesa Journal of Chemistry.
4. Formulasi Krim Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas (L.) Lamk) Sebagai Anti Aging. Dipahayu, D., Soeratri, W., & Agil, M. 2016, Pharmaceutical Sciences ad research (PSR), pp. 166-179.
5. Sintesis Nanopartikel Emas dengan Bioreduktor Ekstrak Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi L) Yang Dimodifikasi 2, 4, 6-Tritiol-1, 3, 5-Triazin Untuk Sensor Melamin. Octaviana, Y., Zakir, M., & Raya, I. tanpa tahun.
6. APLICATION TECHNOLOGY NANOPARTICLES ON COSMETIC PREPARATION. Latarisa, I. R., & Husni, P. 2017, Farmaka.
7. Sintesis Nanopartikel Emas dengan Metode Reduksi Menggunakan Bioreduktor Ekstrak Daun Ketapang (Terminalia catappa). Lembang, M. S., & Maming, M. Z. 2013, Universitas Hasanudin.
8. UJI AKTIVITAS GABUNGAN NANOGOLD-NANOPLATINUM SEBAGAI SENYAWA TABIR SURYA DALAM KOSMETIK THE COMBINED ACTIVITY TEST OF NANOGOLD-NANOPLATINUM AS SUNSCREEN COMPOUNDS IN COSMETIC. Nisfah, Z. L., & Tafikurohmah, T. 2016, Unesa Journal of Chemistry, p. 5.
9. PENGARUH INFILTRASI NANOGOLD DALAM BENTUK KREM PADA ORGAN PARU-PARU MENCIT (Mus musculus) SEAH TERPAPAR MERKURI INFLUENCE OF NANOGOLD INFILTRATION BASED ON CREAM FOR MICE LUNGS (Mus musculus) AFTER EXPOSED BY MERCURY. Purnamasari, C., Hidajati, N., & Taufikurohmah, T. 2013, Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan, p. 2.
10. Sintesis Nanopartikel Cerium Oxide Menggunakan Metode Presipitasi dan Sifat Optiknya. Nurhasanah, I., Sutanto, H., Muhlisin, Z., Nurdianik, S., & Nursanti, I. 2012, Berkala Fisika, pp. 41-48.


ZOTERO
A. Sistem Huruf

TEKNOLOGI NANOPARTIKEL PADA KOSMETIKA

Nanopartikel merupakan partikel berdimensi tiga yang berukuran sangat kecil dengan diameter antara 1-100 nm. Dengan berkembangnya teknologi yang semakin canggih maka teknologi nano dapat diaplikasikan pada industri kosmetika. Nanoteknologi pada kosmetika dan obat dikenal sebagai nanoemulsi, nano suspensi, dan solid nano partikel (Rahmi, Yunilawati, & Ratnawati, 2013).  Menurut Peraturan Menteri Kesehatan R.I. No.220/MenKes/Per/IX/76, kosmetika adalah bahan atau campuran bahan untuk digosokkan, dilekatkan, dituangkan, dipercikkan atau disemprotkan, dimasukkan dan dipergunakan pada badan manusia dengan maksud untuk membersihkan, memelihara, menambah daya tarik dan mengubah rupa dan tidak termasuk golongan obat (Rismana, Kusumaningrum, Bunga, Nizar, & Marhamah, 2014). Penerapan anoteknologi sudah berkembang ke inovasi bahan kosmetik dan system drug delivery, dimana dengan teknologi nano dapat mengantarkan bahan aktif pada kosmetik dan obat lebih tpat ke sasaran dengan efek samping yang kecil.

Dalam bidang kosmetik pemanfaatan nanoteknoogi dintaranya adalah melalui penggunaan beberapa partikel koloid logam mulia (emas dan perak) sebagai kosmetik anti-aging, penghilang noda hitam, dan flek pada wajah (Mala & Taufikurohmah, 2015). Paparan sinar UV pada kulit juga dapat mengakibatkan penuaan dini pada kulit. UV A dan B dalam sinar matahari menginduksi terbentuknya Reactive Oxygen Species (ROS) dalam kulit dan mengakibatkan stress oksidatif bila jumlah ROS tersebut melebihi kemampuan pertahanan antioksidan dalam sel kulit (Dipahayu, Soeratri, & Agil, 2016). Nano partikel logam yang paling banyak diteliti adalah nanpartikel emas, karena memiliki karakteristik yang unik yaitu memiliki serapan pada panjang gelombang daerah visible yang dapat digunakan sebagai sensor kolorimetrik. Metode sensor kolorimetrik berdasarkan atas agregasi nanopartikel emas dengan target, yang mengakibatkan terjadinya pergeseran plasmo yang akan menyebabkan perubahan warna yag dapat dilihat dengan mata (Octaviana, Zakir, & Raya, n.d.). Nanopartikel juga digunakan sebagai antimikroba dalam sediaan kosmetik. Beberapa penilitian telah dilakukan untuk melihat efek nanopartikel sebagai agen antimikroba ataupun untuk menghambat pertumbuhan mikroba (LATARISSA & Husni, 2017).

Banyak bahan kimia yang tersedia untuk sintesis nanopartikel logam, tetapi terdapat kekhawatiran terhadap penggunaan bahan kimia ini karena merupakan bahan yang sangat beracun untuk lingkungan. Selain dari keracunan bahan kimia tersebut, metode ini juga tidak efektif karena dapat menyebabkan kerugian untuk sintesis nanopartikel pada skala industri. Oleh karena ini, berbagai metode yang telah dikembangkan ahli bermunculan yang dinamakan green nanotechnology berbasis tumbuhan sebagai bioreduktor untuk sintesis perak dan emas. (Lembang & Maming, 2013).
Dengan adanya penelitian terdahulu yang sudah melakukan penelitian tentang nanopartikel yang berfungsi sebagai tabir surya (sunscreen) pada kosmetik dan pentingnya senyawa tabir surya sebagai salah satu material yang ada pada kosmetik. Serta sifat nanoplatina yang hampir sama dengan nanogold, maka diharapkan juga nanopartikel platina yang akan disintesis dan dipadukan dengan nanogold, memiliki fungsi sebagai senyawa tabir surya dalam kosmetik (Nisfah & Taufikurohmah, 2016)

Nanopartikel memiliki penggunaan yang sangat luas termasuk dalam bidang kosmetik. Nanopartikel yang basa digunakan untuk kosmetik antara lain terdapat dalam bentuk SLN (Solid Lipid nanoparticles), NLC (Nanostructured Lipid Carriers) nanoemulsi, nanopartikel erak, nanopartikel kristal, nanopartikel emas dan sebagainya.

Berdasarkan data hasil pengukuran kadar merkuri yang telah dilakukan oleh Cahyaning, dkk (2013) dapat dibuat kesimpulan secara deskritif bahwa nanogold dapat menurunkan kadar merkuri pada organ paru-paru yang terpapar merkuri, semakin lama waktu pemulihan dengan nanogold dapat menurunkan kadar merkuri semakin banyak, hal ini terlihat pada pemulihan dengan nanonogold selama 4 minggu diperoleh kadar merkuri paling rendah yitu 6,250 ppm (Purnamasari, Hidajati, & Taufikurohmah, 2013). Salah satu pengaplikasian nanopartikel pada kosmetika adalah dengan menggunakan senyawa Cerium Oxyde. Selain mampu menyerap radiai UV, nanopartikel cerium oxyde memiliki indeks bias 2,2 yang dapat membuat kuit tampak alami tanpa membuat kulit putih berlebihan (Nurhasanah, Sutanto, Muhlisin, Nurdianik, & Nursanti, 2012).

 


DAFTAR PUSTAKA


Dipahayu, D., Soeratri, W., & Agil, M. (2016). Formulasi Krim Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas (L.) Lamk) Sebagai Anti Aging. Pharmaceutical Sciences and Research (PSR), 1(3), 166–179.
LATARISSA, I. R., & Husni, P. (2017). APLICATION TECHNOLOGY NANOPARTICLES ON COSMETIC PREPARATION. Farmaka, 14(1). Diambil dari http://jurnal.unpad.ac.id/farmaka/article/view/11129
Lembang, M. S., & Maming, M. Z. (2013). Sintesis Nanopartikel Emas dengan Metode Reduksi Menggunakan Bioreduktor Ekstrak Daun Ketapang (Terminalia catappa). Universitas Hasanudin. Makassar. Diambil dari https://core.ac.uk/download/pdf/25495955.pdf
Mala, D. N., & Taufikurohmah, T. (2015). SINTESIS NANOPARTIKEL PLATINA DENGAN VARIASI ION Ag+ DAN UJI AKTVITASNYA SEBAGAI PEREDAM RADIKAL BEBAS SYNTHESIS OF PLATINUM NANOPARTICLE WITH VARIATION OF Ag+ ION AND FREE RADICAL SCAVENGING ACTIVITY ASSAY. UNESA Journal of Chemistry, 4(1).
Nisfah, Z. L., & Taufikurohmah, T. (2016). UJI AKTIVITAS GABUNGAN NANOGOLD-NANOPLATINUM SEBAGAI SENYAWA TABIR SURYA DALAM KOSMETIK THE COMBINED ACTIVITY TEST OF NANOGOLD-NANOPLATINUM AS SUNSCREEN COMPOUNDS IN COSMETIC. UNESA Journal of Chemistry, 5(2).
Nurhasanah, I., Sutanto, H., Muhlisin, Z., Nurdianik, S., & Nursanti, I. (2012). Sintesis Nanopartikel Cerium Oxide Menggunakan Metode Presipitasi dan Sifat Optiknya. BERKALA FISIKA, 15(2), 41–48.
Octaviana, Y., Zakir, M., & Raya, I. (n.d.). Sintesis Nanopartikel Emas dengan Bioreduktor Ekstrak Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi L) Yang Dimodifikasi 2, 4, 6-Tritiol-1, 3, 5-Triazin Untuk Sensor Melamin. Diambil dari http://repository.unhas.ac.id/bitstream/handle/123456789/21898/JURNAL%20YENNI%20OCTAVIANA%20H311%2012%20293.pdf?sequence=1
Purnamasari, C., Hidajati, N., & Taufikurohmah, T. (2013). PENGARUH INFILTRASI NANOGOLD DALAM BENTUK KREM PADA ORGAN PARU-PARU MENCIT (Mus musculus) SEAH TERPAPAR MERKURI INFLUENCE OF NANOGOLD INFILTRATION BASED ON CREAM FOR MICE LUNGS (Mus musculus) AFTER EXPOSED BY MERCURY. Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan, 2(3). Diambil dari http://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/article/7046/35/article.pdf
Rahmi, D., Yunilawati, R., & Ratnawati, E. (2013). EFFECT OF PARTICLE NANO ON ANTIAGEING ACTIVITIES OF CREAM. Jurnal Sains Materi Indonesia, 14(3). Diambil dari http://jurnal.batan.go.id/index.php/jsmi/article/view/763
Rismana, E., Kusumaningrum, S., Bunga, O., Nizar, N., & Marhamah, M. (2014). PENGUJIAN AKTIVITAS ANTIACNE NANOPARTIKEL KITOSAN–EKSTRAK KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana). Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 24(1), 19–27.


B. Sistem Angka 
TEKNOLOGI NANOPARTIKEL PADA KOSMETIKA

Nanopartikel merupakan partikel berdimensi tiga yang berukuran sangat kecil dengan diameter antara 1-100 nm. Dengan berkembangnya teknologi yang semakin canggih maka teknologi nano dapat diaplikasikan pada industri kosmetika. Nanoteknologi pada kosmetika dan obat dikenal sebagai nanoemulsi, nano suspensi, dan solid nano partikel [1]. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan R.I. No.220/MenKes/Per/IX/76, kosmetika adalah bahan atau campuran bahan untuk digosokkan, dilekatkan, dituangkan, dipercikkan atau disemprotkan, dimasukkan dan dipergunakan pada badan manusia dengan maksud untuk membersihkan, memelihara, menambah daya tarik dan mengubah rupa dan tidak termasuk golongan obat [2]. Penerapan anoteknologi sudah berkembang ke inovasi bahan kosmetik dan system drug delivery, dimana dengan teknologi nano dapat mengantarkan bahan aktif pada kosmetik dan obat lebih tpat ke sasaran dengan efek samping yang kecil. 

Dalam bidang kosmetik pemanfaatan nanoteknoogi dintaranya adalah melalui penggunaan beberapa partikel koloid logam mulia (emas dan perak) sebagai kosmetik anti-aging, penghilang noda hitam, dan flek pada wajah [3]. Paparan sinar UV pada kulit juga dapat mengakibatkan penuaan dini pada kulit. UV A dan B dalam sinar matahari menginduksi terbentuknya Reactive Oxygen Species (ROS) dalam kulit dan mengakibatkan stress oksidatif bila jumlah ROS tersebut melebihi kemampuan pertahanan antioksidan dalam sel kulit[4] . Nano partikel logam yang paling banyak diteliti adalah nanpartikel emas, karena memiliki karakteristik yang unik yaitu memiliki serapan pada panjang gelombang daerah visible yang dapat digunakan sebagai sensor kolorimetrik. Metode sensor kolorimetrik berdasarkan atas agregasi nanopartikel emas dengan target, yang mengakibatkan terjadinya pergeseran plasmo yang akan menyebabkan perubahan warna yag dapat dilihat dengan mata [5]. Nanopartikel juga digunakan sebagai antimikroba dalam sediaan kosmetik. Beberapa penilitian telah dilakukan untuk melihat efek nanopartikel sebagai agen antimikroba ataupun untuk menghambat pertumbuhan mikroba [6].

Banyak bahan kimia yang tersedia untuk sintesis nanopartikel logam, tetapi terdapat kekhawatiran terhadap penggunaan bahan kimia ini karena merupakan bahan yang sangat beracun untuk lingkungan. Selain dari keracunan bahan kimia tersebut, metode ini juga tidak efektif karena dapat menyebabkan kerugian untuk sintesis nanopartikel pada skala industri. Oleh karena ini, berbagai metode yang telah dikembangkan ahli bermunculan yang dinamakan green nanotechnology berbasis tumbuhan sebagai bioreduktor untuk sintesis perak dan emas [7]. Dengan adanya penelitian terdahulu yang sudah melakukan penelitian tentang nanopartikel yang berfungsi sebagai tabir surya (sunscreen) pada kosmetik dan pentingnya senyawa tabir surya sebagai salah satu material yang ada pada kosmetik. Serta sifat nanoplatina yang hampir sama dengan nanogold, maka diharapkan juga nanopartikel platina yang akan disintesis dan dipadukan dengan nanogold, memiliki fungsi sebagai senyawa tabir surya dalam kosmetik [8]

Nanopartikel memiliki penggunaan yang sangat luas termasuk dalam bidang kosmetik. Nanopartikel yang basa digunakan untuk kosmetik antara lain terdapat dalam bentuk SLN (Solid Lipid nanoparticles), NLC (Nanostructured Lipid Carriers) nanoemulsi, nanopartikel erak, nanopartikel kristal, nanopartikel emas dan sebagainya.

Berdasarkan data hasil pengukuran kadar merkuri yang telah dilakukan oleh Cahyaning, dkk (2013) dapat dibuat kesimpulan secara deskritif bahwa nanogold dapat menurunkan kadar merkuri pada organ paru-paru yang terpapar merkuri, semakin lama waktu pemulihan dengan nanogold dapat menurunkan kadar merkuri semakin banyak, hal ini terlihat pada pemulihan dengan nanonogold selama 4 minggu diperoleh kadar merkuri paling rendah yitu 6,250 ppm [9]. Salah satu pengaplikasian nanopartikel pada kosmetika adalah dengan menggunakan senyawa Cerium Oxyde. Selain mampu menyerap radiai UV, nanopartikel cerium oxyde memiliki indeks bias 2,2 yang dapat membuat kuit tampak alami tanpa membuat kulit putih berlebihan [10].

DAFTAR PUSTAKA
Dipahayu, Damaranie, Widji Soeratri, dan Mangestuti Agil. “Formulasi Krim Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas (L.) Lamk) Sebagai Anti Aging.” Pharmaceutical Sciences and Research (PSR) 1, no. 3 (2016): 166–179.
LATARISSA, IRMA RAHAYU, dan Patihul Husni. “APLICATION TECHNOLOGY NANOPARTICLES ON COSMETIC PREPARATION.” Farmaka 14, no. 1 (2017). http://jurnal.unpad.ac.id/farmaka/article/view/11129.
Lembang, Miska Sanda, dan M. Zakir Maming. “Sintesis Nanopartikel Emas dengan Metode Reduksi Menggunakan Bioreduktor Ekstrak Daun Ketapang (Terminalia catappa).” Universitas Hasanudin. Makassar, 2013. https://core.ac.uk/download/pdf/25495955.pdf.
Mala, Dewi Nur, dan Titik Taufikurohmah. “SINTESIS NANOPARTIKEL PLATINA DENGAN VARIASI ION Ag+ DAN UJI AKTVITASNYA SEBAGAI PEREDAM RADIKAL BEBAS SYNTHESIS OF PLATINUM NANOPARTICLE WITH VARIATION OF Ag+ ION AND FREE RADICAL SCAVENGING ACTIVITY ASSAY.” UNESA Journal of Chemistry 4, no. 1 (2015).
Nisfah, Zulmi Lailatun, dan Titik Taufikurohmah. “UJI AKTIVITAS GABUNGAN NANOGOLD-NANOPLATINUM SEBAGAI SENYAWA TABIR SURYA DALAM KOSMETIK THE COMBINED ACTIVITY TEST OF NANOGOLD-NANOPLATINUM AS SUNSCREEN COMPOUNDS IN COSMETIC.” UNESA Journal of Chemistry 5, no. 2 (2016).
Nurhasanah, Iis, Heri Sutanto, Zaenul Muhlisin, Sulistia Nurdianik, dan Ida Nursanti. “Sintesis Nanopartikel Cerium Oxide Menggunakan Metode Presipitasi dan Sifat Optiknya.” BERKALA FISIKA 15, no. 2 (2012): 41–48.
Octaviana, Yenni, Muhammad Zakir, dan Indah Raya. “Sintesis Nanopartikel Emas dengan Bioreduktor Ekstrak Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi L) Yang Dimodifikasi 2, 4, 6-Tritiol-1, 3, 5-Triazin Untuk Sensor Melamin.” Diakses 30 September 2017. http://repository.unhas.ac.id/bitstream/handle/123456789/21898/JURNAL%20YENNI%20OCTAVIANA%20H311%2012%20293.pdf?sequence=1.
Purnamasari, Cahyaning, Nurul Hidajati, dan Titik Taufikurohmah. “PENGARUH INFILTRASI NANOGOLD DALAM BENTUK KREM PADA ORGAN PARU-PARU MENCIT (Mus musculus) SEAH TERPAPAR MERKURI INFLUENCE OF NANOGOLD INFILTRATION BASED ON CREAM FOR MICE LUNGS (Mus musculus) AFTER EXPOSED BY MERCURY.” Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan 2, no. 3 (2013). http://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/article/7046/35/article.pdf.
Rahmi, Dwinna, Retno Yunilawati, dan Emmy Ratnawati. “EFFECT OF PARTICLE NANO ON ANTIAGEING ACTIVITIES OF CREAM.” Jurnal Sains Materi Indonesia 14, no. 3 (2013). http://jurnal.batan.go.id/index.php/jsmi/article/view/763.
Rismana, Eriawan, Susi Kusumaningrum, Olivia Bunga, Nizar Nizar, dan Marhamah Marhamah. “PENGUJIAN AKTIVITAS ANTIACNE NANOPARTIKEL KITOSAN–EKSTRAK KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana).” Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan 24, no. 1 (2014): 19–27.



[1] Rahmi, Yunilawati, dan Ratnawati, “EFFECT OF PARTICLE NANO ON ANTIAGEING ACTIVITIES OF CREAM.”
[2] Rismana et al., “PENGUJIAN AKTIVITAS ANTIACNE NANOPARTIKEL KITOSAN–EKSTRAK KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana).”
[3] Mala dan Taufikurohmah, “SINTESIS NANOPARTIKEL PLATINA DENGAN VARIASI ION Ag+ DAN UJI AKTVITASNYA SEBAGAI PEREDAM RADIKAL BEBAS SYNTHESIS OF PLATINUM NANOPARTICLE WITH VARIATION OF Ag+ ION AND FREE RADICAL SCAVENGING ACTIVITY ASSAY.”
[4] Dipahayu, Soeratri, dan Agil, “Formulasi Krim Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas (L.) Lamk) Sebagai Anti Aging.”
[5] Octaviana, Zakir, dan Raya, “Sintesis Nanopartikel Emas dengan Bioreduktor Ekstrak Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi L) Yang Dimodifikasi 2, 4, 6-Tritiol-1, 3, 5-Triazin Untuk Sensor Melamin.”
[6] LATARISSA dan Husni, “APLICATION TECHNOLOGY NANOPARTICLES ON COSMETIC PREPARATION.”
[7] Lembang dan Maming, “Sintesis Nanopartikel Emas dengan Metode Reduksi Menggunakan Bioreduktor Ekstrak Daun Ketapang (Terminalia catappa).”
[8] Nisfah dan Taufikurohmah, “UJI AKTIVITAS GABUNGAN NANOGOLD-NANOPLATINUM SEBAGAI SENYAWA TABIR SURYA DALAM KOSMETIK THE COMBINED ACTIVITY TEST OF NANOGOLD-NANOPLATINUM AS SUNSCREEN COMPOUNDS IN COSMETIC.”
[9] Purnamasari, Hidajati, dan Taufikurohmah, “PENGARUH INFILTRASI NANOGOLD DALAM BENTUK KREM PADA ORGAN PARU-PARU MENCIT (Mus musculus) SEAH TERPAPAR MERKURI INFLUENCE OF NANOGOLD INFILTRATION BASED ON CREAM FOR MICE LUNGS (Mus musculus) AFTER EXPOSED BY MERCURY.”
[10] Nurhasanah et al., “Sintesis Nanopartikel Cerium Oxide Menggunakan Metode Presipitasi dan Sifat Optiknya.”
 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Big Hero 7

DOI (Digital Object Identifier)

SJR (SCImago Journal and Country Rank)